BULAN SYA’BAN

Arti Sya’ban ialah berpecah-pecah atau berpuak-puak. Masyarakat Quraiysh pada waktu itu terpaksa berpecah kepada beberapa kumpulan untuk mencari sumber air di padang pasir.

 

Sabda Nabi s.a.w. “Tahukah kamu sekelian mengapa dinamakan dengan bulan Sya’ban?” Para sahabat menjawab; “Allah dan RasulNya lebih mengetahui” Sabda Rasulullah SAW, “Karena dalam bulan itu berkembanglah kebaikan yang banyak sekali.” (Dipetik dari kitab Raudatul Ulama).

 

Sabda Nabi s.a.w. : Apabila masuk bulan Sya’ban, baikkanlah niatmu padanya, karena kelebihan Sya’ban atas segala bulan seperti kelebihanku atas kamu.

 

Barangsiapa yang berpuasa sehari pada bulan Sya’ban, diharamkan Allah tubuhnya dari api neraka. Dia akan menjadi tauladan Nabi Allah Yusuf a.s. di dalam surga . Diberi pahala oleh Allah seperti pahala Nabi Allah Ayub a.s. dan Nabi Daud a.s. Jika dia sempurnakan puasanya sebulan di bulan Sya’ban, dimudahkan Allah atasnya Sakrotulmaut dan ditolakkan (terlepas) daripadanya kegelapan di dalam kubur, dilepaskan daripada hura-hara Munkar dan Nakir, ditutup Allah keaibannya di hari kiamat dan diwajibkan surga  baginya.

 

Barangsiapa berpuasa pada awal hari kamis  pada bulan Sya’ban dan akhir kamis  daripada Sya’ban, dimasukan dia ke dalam surga . (dari kitab Al-Barakah).

 

Berkata Siti Aisyah r.a., bulan yang lebih dikasihi oleh Rasululah s.a.w. ialah bulan Sya’ban.

Sabda Nabi s.a.w.: Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban ialah mengkifaratkan (menghapuskan) dosa dan Ramadhan ialah menyucikan dosa (jasmani dan rohani).

 

Sabda Nabi s.a.w.: Bahwa  puasa Syabaan karena membesarkan Ramadhan. Siapa yang berpuasa tiga hari daripada bulan Sya’ban, kemudian dia bersalawat atasku beberapa kali sebelum berbuka puasa maka di ampunkan oleh Allah dosanya yang telah lalu, diberkatikan rezeki baginya, antara lain sabdanya lagi: Bahwa  Allah Ta’ala membukakan pada bulan itu tiga ratus pintu rahmat.

 

Sabda Rasulullah s.a.w.: Dinamakan Sya’ban karena padanya terdapat kebajikan yang amat banyak dan puasa yang lebih afdhal sesudah Ramadhan ialah puasa bulan Sya’ban. Pengertian Sya’ban: Kemuliaan, Ketinggian, Kebajikan, Jinak, Cahaya.

 

Sabda Nabi s.a.w.: Bahwa  kelebihan Rajab  atas bulan-bulan yang lainnya seperti kelebihan Qur’an atas segala kalam. Kelebihan Sya’ban atas bulan-bulan yang lainnya seperti kelebihanku atas segala Anbia’ (Nabi-nabi). Kelebihan Ramadan atas bulan-bulan yang lain seperti kelebihan Allah atas sekelian makhlukNya.

 

Bulan Sya’ban, keagungan malamnya dengan Nisfu Sya’ban seperti keagungan Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya. Maka pada malam Nisfu Sya’ban telah datang Jibril kepada Rasulullah s.a.w lalu katanya: Angkat kepalamu ke langit, itulah malam yang Allah beri padanya tiga ratus rahmat dan diampunkan Allah sekelian orang yang menyekutukan (syirik) denganNya dengan sesuatu, kecuali: tukang nujum, kekal dalam zina, kekal minum arak, derhaka terhadap ibu-bapa.

Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”

 

Fadhilah Sya’ban

Bulan Sya’ban merupakan bulan kedua selepas Rajab  yang penuh dengan keberkatan. Sebahagian ahli hikmah menyatakan bahwa  sesungguhnya bulan Rajab  adalah kesempatan untuk meminta ampun dari segala dosa, pada bulan Sya’ban adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela dan pada bulan Ramadhan adalah masa untuk menerangkan hati dan jiwa.

 

Di antara amalan-amalan yang pada bulan Sya’ban adalah:

Memperbanyakkan puasa sunat

Sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu bahwa  Rasulullah SAW lebih gemar untuk berpuasa sunat dalam bulan Sya’ban berbanding dengan bulan-bulan yang lain. Justru itu adalah patut bagi kita selaku umat Baginda mencontohinya dalam memperbanyakkan puasa sunat bagi menghidupkan  dan mengagungkan bulan Sya’ban ini.

Di dalam kitab Durratun Nasihin ada menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Sya’ban dan tiga hari pada pertengahan Sya’ban dan tiga hari pada akhir Sya’ban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid.

 

Memperbanyak doa, zikir dan berselawat kepada Rasulullah S.A.W.

 Sabda Rasulullah S.A.W.: “Barangsiapa yang mengagungkan bulan Sya’ban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit.” (Dipetik dari kitab Zubdatul Wa’izhin)

 

Bertaubat.
 Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili Radiallahuanhu, dia berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda yang maksudnya:“Manakala masuk bulan Sya’ban, sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu.”

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .” Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?” Jibril menjawab. ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .” Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu, maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit.  Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib kw bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah  turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.”  (HR Ibnu Majah).

 

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.”

 

Berkata Imam Syafii rahimahullah: “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” 

Tinggalkan Balasan