PANDUAN DASAR DO’A DAN WIRID

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Alllah yang belas kasihNya mencakup dan rahmatNya yang umum yang mana Dia membalas hambaNya yang mengingatNya dengan Dia mengingat mereka. Dia mendorong untuk mereka agar memohon dan berdoa dengan perintahNya. Dia berikan kelobaan kepada orang yang ta’at dan orang yang durhaka, orang yang dekat dan yang jauh dalam mengajukan diri ke hadirat kebesaranNya dengan mengangkat kebutuhan-kebutuhan dan cita-cita.

Semoga rahmat dilimpahlan atas Nabi Muhammad, Penghulu para nabiNya, keluarga dan sahabatnya sebaik-baik pilihanNya, dan semoga dia limpahkan kesejahteraan yang banyak. Selanjutnya setelah membaca Kitabullah ‘Azza wa jalla, tidak ada ibadah yang lebih utama dari pada dzikir(mengingat) Allah Ta’ala dan mengangkat kebutuhan-kebutuhan dengan doa-doa yang murni kepada Allah Ta’ala.

Kata-kata “Doa” masing-masing mempunyai makna tertentu: Ibadah; Istighosah (memohon bantuan dan pertolongan);Permintaan atau permohonan; Percakapan; Memanggil; Memuji.

Ringkasnya berdo’a yaitu Mohon kepada Allah agar mengabulkan. Sesuatu yang kita harapkan (kehendaki), karena hanya Dia lah yang memberi. Oleh karena itu tiap-tiap berdoa hendaknya dengan sepenuh hati, hadir di hadapan Allah, yaitu setiap doa-doa yang kita mohonkan ada penghayatan maupun keikhlasan.

A.   Hubungan Do’a dan Usaha

Seorang Ilmuan yang sangat dikagumi dalam dunia ilmu, yaitu Einstein pernah mengatakan:

“Ilmu tanpa agama akan lumpuh, agama tanpa ilmu akan buta” demikian dengan doa tanpa usaha ibarat roh tanpa badan, sebaiknya usaha tanpa doa hanya merupakan benda yang rapuh.

Kesimpulannya, hendaknya kita berdoa sambil berusaha, “Manusia berusaha Tuhanlah yang menentukan akhir dari segala sesuatu ada di “tangan” Allah Yang Maha Kuasa” kewajiban manusia adalah berusaha dan berdoa.

B.   Perintah Berdoa :

Allah SWT, berfirman:

اد عونى استجب لكم

Ud ‘uuni astajib lakum

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonan mu itu”

Allah SWT juga berfirman:

واذا سالك عبادى عنّى فانّى قريب  اجيب الّدعوة الدّعانى

Wa idza sa’alaka ibaadii ‘annii fainnii qariibun ujibun da’watad daa’i da’aani

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, Maka sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab doa seseorang yang berdoa, manakala ia berdoa …. ”

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata, Rasulullah telah bersabda” “Doa adalah ibadah” (HR Tirmidzi) lalu beliu membaca ayat:

وَقاَل ربكم ادعوني استجب لكم ان الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم دَخرين

Wa qoola robbukum ud’uunii astajib lakum innal ladziina yastakbiruuna an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin

“Dan Tuhan Kalian berkata: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan, sesungguh orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada Ku, mereka akan masuk ke neraka jahanam dalam keadaan terhina” (Q.S. Al-Mu’min : 60).

C.   Berdoa hanya kepada Allah SWT saja

Kita hanya di bolehkan berdoa kepada Allah saja, karena hanya Allah sendiri yang dapat berbuat sesuatu yang dikehendaki-Nya hal ini jelas dalam firman Allah:

ولا تدع من دون لله مالاينفعك ولا يضرّ ك فان قعلت فانّك اذًا من الظالمين

Wa laa tad’umin dunnillahi maa laa yanfa’uka wa la yadhurruka, fa in ta’alta fainnaka idzan minazh zhaalimiin

“Dan janganlah kamu berdoa kepada selain Allah yaitu sesuatu yang tidak medatangkan manfaat padamu, dan tidak mendatangkan mudarat, maka jika engkau berbuat juga, sesungguhnya engkau kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim” (Q.S. yunus: 106).

D.   Berdoa dengan Bahasa Indonesia juga boleh.

Berdoa sebenarnya boleh dilakukan dalam bahasa apa saja menggunakan yang pernah dipergunakan oleh para Nabi, termasuk doa-doa yang pernah di pakai Nabi Muhammmad SAW. Hal ini lebih baik karena doa para Nabi tersusun lebih bagus, halus dan tertatur. Selain juga sunnah mengikuti jejak para Nabi.

Namun, jika kita tidak menguasai Bahasa Arab, kita bisa memakai Bahasa Indonesia, caranya membaca rahmat (pujian-pujian kepada Allah) lebih dahulu kemudian membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sesudah itu barulah memulai berdoa.

E.   Doa-doa yang terkabul

Agar doa kita terkabul, setiap muslim harus hati-hati menjaga makanan atau minuman yang masuk ke dalam perutnya. Kita harus tahu apakah makanan tersebut berasal dari harta yang halal atau sebaliknya. Jika dari kekayaan yang tidak halal, janganlah makanan itu di makan.

Allah berfirman:

ياايها الّذين امنو كلوا من طيّبات ما رزقنا كم واشكرلله انكنتم ايّه تعبدون 

Yaa ayyuhal ladzina aamanu kuluu min thayibaati maa razaqnaakum wasykurun lillahi in kuntum iyyaahu ta’buduun.

“Hai orang-orang yang beriman !. makanlah diantara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia yang kamu sembah”.

Disini yang dimaksud rezeki yang baik adalah rezeki yang halal.

F.    Orang-orang yang dikabulan doanya:

·         Orang yang sedang berpuasa sampai berbuka puasa.

·         Pemimpin yang adil.

·         Orang yang teraniaya (dianiaya).

·         Kedua orang tua kepada anaknya.

·         Anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

·         Berpergian pada jalan Allah

·         Mencari ilmu karena Allah

·         Orang yang dalam kesulitan (orang yang tak berdaya karena sangat menderita terkena musibah yang sangat berat).

·         Seorang muslim untuk saudaranya tanpa kehadirannya.

·         Tiap muslim selama doanya tidak mengandung kezhaliman atau mengarah pemutusan hubungan keluarga.

·         Orang saleh.

·         Orang yang bertaubat dari dosanya.

G.   Waktu-waktu Do’a Dikabulkan

15 Malam-malam yang utama yang pada malam  ini hendaklah menghidupkannya.

·         6 malam hari pada bulan Ramadlon yaitu pada ( 21,23,25,27,29 dan 17)

·         Malam pertama bulan Muharram

·         Malam  asyura’

·         Malam pertama bulan Rojab

·         Malam 27 Rojab

·         Malam pertengahan (nisfu) Sya’ban

·         Malam Arofah

·         2 malam hari raya (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha)

19 Hari yang Utama yang pada hari ini hendaklah memperbanyak ibadah

·         Hari Arofah

·         Hari Asyuro.

·         Hari 27 Rojab

·         Hari 17 Ramadlan

·         Hari pertengahan (nisfu) Sya’ban

·         Hari Jum’at

·         2 Hari raya

·         8 hari bulan Dzulhijjah (1- 8)

·         3 Hari Tasyriq (11,12 dan 13) bulan  Dzulhijjah

Hari Utama dalam Seminggu

·         Hari Senin

·         Hari Kamis

·         Hari Jum’at (Terutama malam Jum’at dan saat Khotib duduk diantara dua Khutbah)

Waktu Utama berdoa dalam Sehari

·         Saat antara adzan dan iqomah

·         Saat tengah malam atau sepertiga malam yang terakhir

·         Membaca Al Qur’an dan selesai membacanya

·         Selesai Sholat

·         Sedang sujud dalam sholat

H.   Kalau Doa Tidak Cepat Terkabul

“Tidak ada seorang muslim menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdoa, kecuali di percepat dan kadang di perlambat” (HR. Ahmad dan Hakim)

Oleh karena itu kalau doa tidak cepat terkabul ada beberapa alasan baik di dalam Al-Quranul Karim maupun Hadist Nabi SAW, dengan begitu kita tidak mudah putus asa, tetapi tetap bersyukur dan berharap selalu.

Ada beberapa  alasan doa tidak langsung dikabulkan : yaitu.

a)    Karena tidak baik bagi yang berdoa

Allah berfirman:

وعسي ان تكرهوا شيئا وهو خيرلكم وعسي ان تحبّوا شيئا وهو سرّلكم والله يعلم وانتم لاتعلمون

Wa ‘asaa antakrahum syai’an hua khairullakum, wa ‘asaa an tuhibbu syay ‘an wa huwa syarrul lakum, wallahu ya’ lamu wa antum laa ta’ lamuuna.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kamu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagi kamu, dan Allah lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al-Baqoroh : 216).

Juga dalam surat An-Nissa ayat 19, Allah berfirman:

وعسي ان تكرهوا شيئ وانيّجعل له فيه كثيرا

Fa’asaa an takrahu syai ‘aw wa yaj ‘alallahu fihi khajran katsiran

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

b)    Ujian dari Allah

Allah berfirman:

احسب النّاس ان يتركوا ان يّقولوا امنّا وهم لا يفتنون

Ahasiban naasu ayyutrakuu ay yaquuluu aamannaa wahum laa yuftanuun.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman” sedang mereka tidak akan diuji (lagi). (Q.S. Al-Ankabut : 2).

c)     Ditangguhkan Sebagai Simpanan di Akhirat

“Tidaklah seseorang muslim itu berdoa, selama tidak untuk sesuatu yang berdosa atau untuk memutus silahturrahmi, melainkan Allah menganugrahi kepada salah satu dari tiga hal yaitu:

1)   Doanya langsung dikalbulkan

2)   Doanya disimpan sebagai pahala di akhirat.

3)   Dengan doa tersebut, ia di jauhkan / dihindarkan dari keburukan / kecelakaan yang sebanding (H.R. Ahman, Bazzar, Abu Ya’la dan Hakim)

I.    Ada Sepuluh Tata Kesopanan Berdoa (menurut Al Ghozali dalam Kitab Ihya’ kitab dzikir dan doa)

1)    Mengamati waktu-waktu yang mulia bagi doanya.

2)    Mempergunakan kesempatan pada keadaan yang mulia.

3)    Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya sekira tampak putih-putih kedua ketiaknya.

4)    Melunakkan suara antara menyembunyikan dan mengeraskannya.

5)    Hendaknya tidak membebankan diri dengan bersajak dalam berdoa, dan tidak untuk orang kafir atau musrik

6)    Merendahkan diri, khusu’, berharap dan takut.

7)    Mengokohkan doa, ia yakin akan diperkenankan dan ia membenarkan harapannya pada doanya.

8)    Sungguh-sungguh dalam berdoa dan mengulanginya tiga kali

9)    Memulai doa dengan menyebut Nama Allah dan memujiNya.

10) Adap batin : pokok dalam diperkenankan doa adalah dengan bertaubat, mengembalikan kezaliman dan mengharap kepada Allah  dengan cita-cita yang sebenarnya.Dan inilah sebab yang sangat dekat dengan terkabulnya doa.

Hikayat : Diriwayatkan dari Ka’ab bin Ahbar: “Manusia ditimpa kemarau panjang pada masa Musa. Utusan Allah SAW. Lalu Musa Keluar dengan bani Israil mohon hujan bersama mereka. Dan mereka tidak diberi hujan sehingga Beliau keluar tiga kali, dan tidak diberikan hujan. Lalu Allah mewahyukan kepada Musa as : “Sesungguhnya Aku tidak memeperkenankan bagi dan orang-orang yang bersamamu, karena dikalanganmu ada tukang pengumpat.” Maka Musa berkata : Wahai Tuhanku, siapakah dia, sehingga kami mengusirnya dari kalangan kami.” Maka Allah mewahyukan kepadanya : “Wahai Musa, Aku melarang kamu sekalian dari mengumpat dan Aku Pengumpat.” Lalu Musa berkata kepada bani Israil : “Berataubatlah kalian kepada Tuhanmu dari mengumpat”, dan merekapun bertaubat, lalu Allah mengirimkan hujan kepada mereka.

BEBERAPA DOA DOA YANG KETIKA

TERJADI SESUATU PERISTIWA

·         Doa ketika memulai sesuatu :

ربّنا اتنا من لدنك رحمة وهئ لنا من امرنا رشدا

 “Robbana aatinaa mil ladunka rohmatan wa hayyi’lanaa min amrinaa rosyadaa”

Wahai Tuhan kami, berilah rahmat dari hadapanMu dan segerakanlah bagi kami petunjuk bagi urusan kami.

·         Melihat terkabulnya doa

الحمد لله الّذى بعزّته وجلا له تتمّ الّصا لحات

Alhamdu lillahil ladzii bi izztihi wajalaalihi tatimmus shoolihat.

Segala puji bagi Allah yang dengan kemuliaan dan kesabaranNya maka sempurnalah kebaikan – kabaikan.

·         Terkabulnya doa terlambat:

الحمد لله على كلّ حال

Alhamdu lillahi alaa kulli haalin

Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan

·         Mendapatkan sakit dalam tubuh atau tubuh orang lain : (meletakkan telunjuk diatas tanah dan berdoa) :

بسم الله تربة ارضنا بريقة بعضنا يشفى سقيمنا باذن ربّنا

Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba’dhinaa yasyfii saqiimuna biidzni robbinaa.

Dengan nama Allah debu tanah kita dengan jampi sebagai kita maka sembuhlah orang sakit dengan idzin Tuhan Kita.

Atau : (letakkan tangan ditempat yang sakit dan ucapkan)

بسم الله …3, اعوذ بعزّة الله وقدرته من شرّما اجد واحاذر….7

Bismillahi, ‘Auudzu bi izzatillahi waqudrotihi min syarri ma ajidu wa uhaadziru

Dengan nama Allah (baca tiga kali) Saya berlindung kepadaMu dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang saya dapati itu saya takutkan (baca tujuh kali)

·         Mempunyai hutang

اللهمّ اكفنى بحلا لك واغنني بفضلك عمّن سواك

Allahumma akfinii bihalaalika wa aghninii bifadlika ‘amman siwaak

Wahai Allah, cukupkanlah  saya dengan barang halalMu dari haramMu dan kayakanlah saya dengan anugerahmu dari selainMu.

·         Ketika merasa senang

سبحا ن ربىّ العظيم

Subhaana robbiyal ‘adhiim

Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung

·         Doa mensyukuri nikmat :

ربى اوزعني ان اشكر نعمتك الذ ى انعمت علي وعلى والدي وان اعمل الصّالحين ترضاه واد خلنى برحمتك فى عبادك الصّالحين

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa wa lidayya wa an a’mala shoolihiina tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii’ibadikash shoolihiin

 Ya Tuhanku berilah aku kesanggupan untuk tetap mensyukuri ni’mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan masukkanlahaku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh (An Naml:19)

·         Do’a Tambah ilmu, rizki dan kesehatan .

اللهم انى اسالك علما نافعا ورزقا واسعا وشفاء من كل داء

Allahumma innii asalukal ‘ilman naafian wa rizqon waa si’an wa syifaa an min kulli daa’in.

Ya Allah aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala rupa penyakit.

·         Sebelum wudlu :

نويت الوضؤ لرفع الحدث الاصغر فرض للة تعالى 

Nawaitul wudluu-‘a liraf-‘il hadatsil ash-ghari fardlal lillahi ta’aala

Aku niat berwudlu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah (niat ini dibaca dalam hati).

·         Sesudah wudlu :

اشهد ان لا اله الله وحده لاشرك له و اشهد ان محمد عبده ورسوله

Asy’hadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu wa asy hadu anna muhammad ‘abduhu warasuluhu

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

·         Sesudah adzan :

اللهم رب هذه الدعوة التامه والصلاة القائمه اتى محمّدنالوصيلة والفضيلة وابعثه مقاما محموده لله وعده انك لا تخلف الميعاد

Allahuma rabba haadzihid da’wafit taammati wash shallatil qaaimah aati muhammadanil washilata wal fadhiilata wab ’adtahu  maqom mahmuda lilladzi waaddah innaka laa yuhliful mii’aad

“Ya Allah, Tuhan Yang mempunyai penyeru yang sempurna dan shalat yang ditegakan ini, berikanlah dengan limpah KaruniaMu, kepada Nabi Muhammad SAW kedudukan dan keturunan (paling tinggi) dan limpahkanlah kepadanya tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan kepadanya.

·         Antara Adzan dan Qomat

اللهم ربنا آتنا فى الّدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. اللهم انّي اسألك العفوى والآ فية فى الّدينى والدنييا واهلى ومالى

Allahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanataw wa fil akhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabanaar. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal’aafiyata fi ddiinii wa wadun-yaaya wa ahlii wa maalii.

“Ya Allah, Tuhan kami, berilah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Dan perihalalah kami dari azab neraka. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu ampunan dan keselamatan mengenai duniaku, akhiratku maupun keluarga dan harta bendaku.”

·         Sebelum Shalat (Fardhu atau sunnah)

ربّى اعوذ بك من حمزة الّشياطين واعوذ بك ربّى ان يحضرون

Rabbi a’uuzdu bika min hammazaatisy syayaathirni wa a’uudzubika rabbi ayyahdhuruun.

“Yaa Allah, aku berlindung kepadaMu dari gangguan setanm dan aku berlindung kepadaMu dari kedatangan mereka.

·         Doa  masuk masjid

اللهم افتح لى ابواب رحمتك

Allahumma iftahli abwaaba rohmatika

“Ya Allah, bukalah untukku semua pintu Rahmat-Mu”

·         Doa keluar masjid

اللهم انّى اسالك  من فضلك

Allahumma inni as aluka min fadhlika

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu’

·         Keluar rumah karena suatu kebutuhan

با سم الله ربّى اعوذ بك ان اظلم اوا ظلم او اجهل اويجهل علىّ بسم الله الرحمن الرحيم لا حول ولا قوّة الاّ بالله العلىّ العظيم بسم الله التكلا ن على الله

Bismillahil ladzii a’uudzubika an adhlima au udhlamu au ajhala au yajhalu ‘alayya bismillahir rohmaanir rohiim laa haulaa walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim bi ismallahut taklaani ‘alallah              

Dengan Nama Allah, wahai Tuhan saya berlindung kepadaMu dari saya menganiaya atau dianiaya, saya membodohi atau dibodohi. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dengan nama Allah, berserah diri itu atas Allah.

·         Doa bangkit meninggalkan Majlis

سبحنك اللهّم وبحمد ك واشهد ان لااله الا انت استغفرك واتوب عليك

Subhanaka Allahumma wa bishamtika asyhadu anla ilaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha suci engkau Allah dan segala puji hanyalah untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain hanya Engkau aku memohon ampun kepada-Mu akupun bertaubat kepada-Mu

·         Ketika masuk pasar

لااله الاّ الله وحده لا شريك له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو حيّ لا يموت بيده الخير وهو على كلّ شيئ قدير

Laa ilaha ilaaallahu wahdahu laa syariika lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyi laa yamuutu biyadihil khoiri wahua alaa kulli syai’in qodiir

Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan segala pujian, dia menghidupkan dan mematikan, Dia hidup dan tidak mati, dengan tanganNya(kekuasaanNya) segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

·         Doa sebelum makan

اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذاب النار

Allahumma barik lanaa fiima razaqtanaa waqinaa ‘adabannaari. Bismilahirohmanirrahim.

“Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah engkau limpahkan kepada kami, dan perihalalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Penyayang.

·         Doa sesudah makan

الحمد لله الذي اطعمنا وسقنا وجعلنا مسلمين

Alhamdulillahil ladzi ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiin

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim.

·         Doa sebelum tidur

بسمك اللهم احيا وبسمك اموت

Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuutu

“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati

·         Doa sesudah bangun tidur

الحمدلله الذى احينا بعد ما امتنا واليه النشور

Alhamdulillahi ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuuru

“segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya lah kami akan kembali.

·         Induk Istighfar;  mohon pengampunan yang sangat terkenal :

 اللهم انت ربى لااله الا انت خلقتنى وانا عبدك وانا على عهدك ووعدك مستطعتم واعوذ بك من شر ما صنعت ابوء لك بنعمتك علي وابوء لذمبى واغفر لى فانه لايغفر الذ نب الا انت

“Allahumma anta robbi laa ilaaha illa anta, kholaqtanii  wa ana abduka wa ana ala ahdika wa wa’dika mashtato’tum wa ‘audzubika min syarri maa shona’tu abu – u laka bini’matika ‘alayya wa abu-u lidzanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta.”

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada yang patut disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, aku pun dalam kektntuan serta janji-Mu sedapat aku lakukan, aku mengakui kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepadaku, tetapi aku juga mengakui dosaku, karena itu berilah ampun kepada hamba-Mu ini, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, aku memohon perlindumgan–Mu dari segala kejahatan yang kulakukan”.

Keterangan :

Hadist shohih, riwayat Bukhri Muslim. Sabda Nabi Muhammad saw : Barang siapa yang membaca “Sayyidul (Induk) Istighfar” di pagi hari. Kemudian meninggal pada hari itu juga sebelum sore, maka ia temasuk golongan ahli-ahli surga. Dan barang siapa membacanya di malam hari, lalu ia meninggal sebelum masuk pagi, maka ia tergolong ahli-ahli surga.

–          Sebaiknya dibaca setiap selesai sholat-sholat fardhu.

·         Doa di waktu pagi :

اللهم بك اسبحنا وبك امسينا وبك نحيا وبك نموت واليك النشور

“Allahumma bika ashbahanaa, wabika amsainaa, wabika nahyaa, wabika namuutu, wailaikan nusyuuru”.

Ya Allah dengan Engkau kami diwaktu pagi, dengan Engkau kami diwaktu sore , dengan Engkau kami hidup, dan dengan Engkau kami mati dan hanya kepada-Mu kami semua dikumpulkan.

·         Doa diwaktu sore :

اللهم بك امسينا وبك اسبحنا وبك نحيا وبك نموت واليك النصير

“Allahumma bika amsaina, wabika ashbahuna wabika nahyaa, wabika namuutu, wailaikan nasyir”.

Ya Allah , dengan Engkau kami diwaktu sore , dengan Engkau kami diwaktu pagi, dengan Engkau kami hidup dan dengan Engkau kami mati dan hanya kepada-Mu kami kembali.

·         Sesudah membaca doa diwaktu pagi dan sore (dibaca 3 kali)

بسم الله الذى لا يضر مع اسمه شئ فى الارض ولا فى السماء وهوالسميع العليم

“Bismillahil ladzii laayadurru ma’asmihi syaiun fil ‘ardi walaa fissama’i wahuwas samii’ul ‘alim.”

Dengan nama Allah yang bersama asmanya, tiada sesuatu yang membahayakan baik di bumimaupun di langit. Dia Maha mendengar dan Maha mengetahui.

·         Doa Taubat ( doa Nabi Yanus a.s )

لااله الا انت سبحنك اني كنت من الظلمين

Laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh dhaalimiina

Tiada Tuhan selai Engkau ,sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim (al-anbiya :83)

·         Doa mohon ampunan :

رب اغفر لى ولاخى وادخلنا فى رحمتك وانت ارحم الّرحمين

“Robbighfirlii wali akhii wa adkhilnaa fii rohmatika wa anta arhamar raa himiina”

“Yaa Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmai-mu dan Engkau maha penyanyang di antara yang penyayang (Al-A’rof :151)

·         Doa ampunan bagi diri sendiri

رب انى ظلمت نفسى فغفرلى

Robbi inni zhalamtu nafsi faghfirlii

Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku ( Al-Qoshos:16)

·         Doa kebaikan dunia dan akhirat.

ربنا اتنا فى الد نيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw waqinaa adzaaban naar.

 Ya Allah Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari siksa neraka ( Al-Baqoroh:201)

·         Doa mohon hidayah dan kecukupan

اللهم انى اسالك الهدا والتقا والعفو الغنى

Allahumma inni as alukal hudaa wattuqoo wal afaa wal ghinaa

Ya Allah berilah kami petunjuk,taqwa, kebaikan dan kecukupan.

·         Doa mohon rahmat dan petunjuk

ربنا اتنا من لذنك رحمة وحي لنا من امرنا رشدا

Robbanaa aatina milladunka rohmatan, wahayyi’ lanaa min amrinaa rosyada.

 Ya Tuhan kami berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami petunjuk untuk urusan kami.

·         Doa ampunan dan kemenangan

ربنا اغفر لنا ذ نبنا واسرفنا فى امرنا واثبت اقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين

Robbanaghfir lanaa dzunubanaa wa isrofanaa fii amrina wa tsabbit aqdaamanaa wansurnaa alal qoumil kaafiriin

Ya Tuhanku  ampunilah dosa-dosaku dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir (Al- Imron:147)

·         Doa untuk orang tua

اللهم اغفر لى ولولدي وارحمهما كما ربيانى صغيرا

Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayaani shogiiroo

Ya Allah ampunilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihilah mereka sebagaimana mereka berdua memelihara aku sewaktu kecil (Al-Isro’:24)

·         Doa kebagusan agama dan dunia

اللهم اصلح لى  د ينى الذ ى هوعصمة امن واصلح لى د نييا التى فيها معاشى واصلح لي اخرة التى قيها معادى واجعل حياتى زيادة لى فى كل خير واجعل الموت راحتا لى من كل شر

Allahumma ashlihlii diinil ladzii huwa ‘ishmatu amni wa ashlihlii dunyaayal latii fiiha ma’aasyii wa ashlihlii aakhirotil latii fiiha ma’aadii waj’al hayaati ziyaadatan lii fiikulli khoirin waj’alil mauta raahatan lii min kulli syarrin

Yaa Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku dan perihalalah duniaku yang merupakan penghidupanku dan perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku dan jadikanlah hidupku sebagai penambah untuk melakukan kebaikan dan jadikanlah matiku sebagai peristirahatan dari segala keburukan.

·         Doa memakai pakaian baru :

اللهمّ كسوتنى هذا التّوب فلك الحمد اسئلك من خير ما صنع له واعوذبك من شرّ ه وشرّ ما صنع له

Allahumma kasautanii haadat  tauba falakal hamdu asaluka min khoiri maa shuni’a lahu wa a’udhu bika min syarri maa shuni’a lahu.
“ Wahai Allah, Engkau beri pakaian saya dengan kaian ini maka segala puji bagiMu. Saya mohon kepadaMu dari kebaikannya dan kebaikan yang dibuat untuknya, dan saya berlindung kapadaMu dari keburukannya dan keburukan yang dibuat untuknya.”

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih

Lagi Maha Penyayang

  (الورد)Wirid

Kita memuji Allah atas ni’matNya dengan pujian yang banyak, dan kita mengingatNya dengan ingatan yang tidak dengan kesombongan dan kejauhan dalam hati. Dan kita bersyukur kepadaNya karena Dia menjadikan siang dan malam itu bergiliran bagi orang yang mau ingat atau bersyukur.

Manusia di dalam alam ini adalah orang yang berpergian. Awal tempat mereka adalah buaian dan akhirnya adalah liang lahat. Sedang tanah air adalah surga atau neraka, sedangkan umur itu adalah jarak dari perjalanan. Tahun-tahunnya adalah tempat menginap dan berangkat , bualan-bulannya adalah pos-pos, hari-harinya adalah kilometernya, nafasnya adalah langkahnya. Ketaatannya adalah barang dagangan, waktu adalah modalnya, syahwat adalah para penyamun. Sedang keuntungan adalah bertemu dengan  Allah di surga tempat sejahtera bersama kerajaan besar dan kenikmatan yang abadi. Sedang kerugiannya adalah jauh dari Allah bersama kutukan, rantai dan siksa yang pedih di neraka.

Allah Ta’ala berfirman :

واذكراسم ربّك بكرة واصيلا

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang

A.   Wirid Siang ada Tujuh

  • Satu wirid antara terbitnya pagi (fajar) sampai terbitnya piringan matahari
  • Dua wirid antara terangnya siang sampai tergelincirnya matahari.
  • Dua wirid antara tergelincirnya matahari sampai waktu Ashar
  • Dua wirid antara Ashar sampai Maghrib

        Wirid pertama : Antara terbit pagi sampai terbit matahari .

Berwudhu, dua rakaat sholat fajar, beristighfar, mensucikan, memuji, mengesakan Allah, sholat shubuh. Membaca Al Qur’an.

Diriwayatkan dari Karz bin Wabroh (wali badal): …………… hendaklah engakau ucapkan sebelum terbit matahari, sebelum tersebar (cahayanya) di bumi dan sebelum terbenam matahari akan:

–    surat Al Fatihah tujuh kali

–    surat An Nas tujuh kali

–    surat Al Falaq tujuh kali

–    surat Al Ikhlas tujuh kali

–    surat Al Kafirun tujuh kali

–    ayat kursi tujuh kali

–    membaca tujuhkali

سبحان الله والحمد لله ولا اله الاّ الله والله اكبر

Subhaanallah wal hamdu lillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

–    membaca sholawat atas Nabi tujuh kali

–    mohon ampun untuk dirimu dan kedua orang tuamu, orang-orang mu’min laki-laki dan orang-orang mu’min perempuan , sebanyak tujuh kali

–    membaca tujuh kali

اللهمّ افعل بى و بهم عا جلا واجلا فى الدين والدنيا والاخرة ما انت له اهل ولا تفعل بنا يا مولانامانحن له اهل انّك غفور حليم جواد كريم رءوف رحيم

 Allahummaf ‘albii wabihim ‘aajilan wa ajilan fidiini wadunyaa wal aakhiroh maa anta lahu ahlun walaa taf’al binaa yaa maulana maa nahnu lahu ahlun innaka ghofuurun haliimun jawaadun kariimun rauufun rohiimon

…………. Maka Nabi bersabda “ Demi dzat yang mengutusku sebagai nabi dengan benar bahwasanya orang yag mengamalkan ini meskipun ia tidak melihat saya dan tidak melihat surga , ia diberi ampunan seluruh dosa besar yang telah ia kerjakan dan Allah Ta’ala mengangkat marah dan mukaNya. Dan Dia memerintahkan kepada petugas kiri (malaikat pencatat keburukan) untuk tidak mencatat kesalahan dari keburukan sampai satu tahun. Demi Dzat yang mengutusku dengan benar sebagai Nabi, tidaklah mengamalkan ini kecuali orang yang dijadikan Allah akan bahagia dan tidak meninggalkannya kecuali orang yang dijadikan Allah akan celaka.

  
      Wirid kedua: pertengahan antara terbit matahari sampai tergelincir.

Sholat Dhuha, berhubungan baik dengan manusia

c    
       Wirid ketiga : terangnya siang sampai tergelincirnya matahari. 

   Wirid keempat : sibuk dengan usaha, Qoylullah (tidur sebentar). Dhuhur dan sholat rowatibnya.

e
       Wirid kelima : sampai waktu Asar, i’tikaf di masjid dengan dzikir, membaca Al Qur’an,

f
   Wirid keenam : apabila masuk Ashar merenungkan kebesaran Allah, instrukpeksi diri, membaca Al Qur’an, beristighfar.

g
   Wirid ketujuh : menjelang maghrib, istighfar atas dosa yang telah diperbuat sejak pagi hari dan bersyukur atas karunia yang diberikan.

B.   Wirid Malam ada Empat

  • Dua wirid dari Maghrib sampai waktu tidur
  • Dua wirid separoh akhir malam sampai terbit fajar

a.     Wirid pertama : apabila matahari terbenam, sholat maghrib dan sibuk dengan menghidupkan antara maghrib dengan isya’. (Sholat awwabin 6 rakaat) :

–          Sholat dua rokaat dengan surat Al Kafirun dan Al Ikhlash yang dipendekkan.

…… Barang siapa sholat Maghrib dan sesudahnya dua rakaat, maka Allah membangun dua istana untuknya di surga (At Thabrani)

–          Empat rakaat yang dipanjangkan

……. Dan barang siapa sholat empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengampuni dosa dua puluh tahun atau Ia mengatakan empat puluh tahun ( At Tirmizi dan Ibnu Majah)

Barang siapa sholat enam rakaat setelah maghrib, maka sholat itu mengimbangi ibadah setahun penuh atau seolah-olah ia sholat pada malam Lailatul qodar ( At Tirmizi dan Ibnu Majah)

Karaz bin Wabroh ra, ia termasuk wali abdal berkata: Saya berkata kepada Khidhir as : “ ajarkanlah kepadaku sesuatu yang saya amalkan pada setiap malam.” Ia berkata : “Apabila kamu sholat maghrib, maka berdirilah sampai sholat Isya’ dengan sholat tanpa berkata-kata kepada siapapun dan menghadap dan menghadaplah pada shalatmu yang kamu ada padanya. Dan salam setiap dua rakaat dan bacalah Al fatihah sekali dan Qul Huawallahu ahad tiga kali. Apabila kamu selesai dari sholatmu, pulanglah kerumah dan janganlah kamu berbicara kepada seseorang. Sholat dua rakaat dengan Al fatihah dan Qul huwallahu ahad tujuh kali. Bersujut setelah salam beristighfar tuhuh kali bersujud dan membaca tujuh kali:

سبحان الله والحمد لله ولا اله الاالله والله اكبر ولا حول ولا قوّة الاّ بالله العلىّ العظيم

Subhaana allah wal hamdu lillah wala ilaaha illallahu allahu akbar walaa haula walaa kuwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim.

Angkat kepala dari sujud mengangkat kedua tangan dan berdoa :

ياحىّ يا قيّم يا ذاالجلال والاكرام يا اله الاوّلين والاخرين يا رحمن الدّنيا والاخرة ورحيمهما يا ربّ يا ربّ يا ربّ يا الله يا الله يا الله

Ya hayyu yaa qoyyum yaa dhal jalaali wal ikroom yaa ilaahil awwaliina wal akhiriin yaa rohmanud dunyaa wal aakhiroh warohimahuma ya robbii yaa robii yaa robbi yaa allah yaa allah yaa allah

b.    Wirid kedua : masuk waktu Isya’ sampai batas tidurnya .

–          Selain fardhu Isya’ ada sepuluh rakaat: empat sebelum (qobliyah), enam setelah fardhu, dua rakaat diringankan (Al Kafirun, Al Ikhlas) dan empat rakaat agak panjang ( akhir Al Baqoroh, ayat kursi, awal Al Hadid, Akhir Al Hasyr).

–          Tiga belas rakaat yang diakhiri witir .

·         Aisyah ra berkata : Rosulullah witir diawal, pertengahan dan akhir malam.

·         Witir itu atas tiga segi : witir diawal malam, dua rakaat sebelum tidur, jika bangun satu rakaat di akhir sholat malam. Dua rakaat itu genap menurut bentuk keduanya, namun gasal menurut maknanya.

c.    Wirid ketiga : tidur.

·         Cara tidur ada sepuluh :

1.    Bersuci

2.    Bersiwak

3.    Berwasiat

4.    Tidur dengan bertaubat dari setiap dosa

5.    Tidak berlebihan dalam menikmatkan dengan hamparan yang empuk dan halus

6.    Tidak tidur selama tidur tidak mengalahkannya. Kecuali untuk beribadah di akhir malam.

7.    Menghadap kiblat : ada dua macam ; seperti orang yang mati (kedua telapak kaki ke kiblat), atau seperti liang lahat (wajah dan badan menghadap kiblat)

8.    Berdoa mau tidur

9.    Mengingat bahwa tidurnya seperti kematiannya.

10. berdoa ketika bangun

d.    Wirid keempat : masuk separuh malam sampai seperempat akhir malam : sholat tahajut dan wirid

e.    Wirid kelima : waktu sahur. beristighfar

C.   Cara membagi malam dari segi tingkatan ada tujuh :

1.    Tingkat pertama : bangun diseluruh malam.

2.    Tingkat kedua : bangun setengah malam. Yaitu tidur lima perenam awal malam dan seperenam di akhir malam, sehingga bangun dilarut malam dan pertengahannya.

3.    Tingkat ketiga : bangun sepertiga malam. Yaitu tidur sepertiga awal dan sepertiga akhir malam. Tidur sepertiga akhir (waktu sahur) adalah sebab untuk mukasyafah dan musyahadah dan menyaksikan dari balik tirai ghaib (seperti tidurnya Nabi Dawud).

4.    Tingkatan keempat : bangun seperenam malam. Yaitu bangun setengah akhir sampai seperenam malam.

5.    Tingkatan kelima : tidak memelihara ketentuan. Yaitu bangun yang tidak beraturan.

6.    Tingkatan keenam: bangun kira-kira sholat dua atau empat rakaat.

7.    Tingkatan ketujuh : bangun diujung malam hampir subuh.

Telah kami sebutkan kumpulan doa-doa dan wirid yang biasa diamalkan, tata cara berdoa dan berwirid,  bagaimana agar doa-doa dikabukan, dan cara membagi malam.Semoga kehadiran buku ini akan banyak membawa berkah dan manfaat bagi kami khususnya dan para peminat umumnya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada setiap hamba yang terpilih. Amin.